BncNews - Realisasi
investasi pada kuartal I-2014 sudah mencapai Rp106,6 triliun. Investasi berupa
penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tersebut
tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.
Lantas, di manakah lokasi favorit untuk para investor dalam maupun luar negeri?
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Mahendra Siregar, di Jakarta, Kamis 24 April 2014 menyebutkan, realisasi PMDN kuartal pertama tahun ini mencapai Rp34,6 triliun. Nilai itu terbagi dua yakni Rp27,6 triliun investasi baru dan Rp7 triliun investasi perluasan.
Sementara, PMA tercatat Rp47,8 triliun
investasi baru dan perluasan Rp24,2 triliun. "Total PMA mencapai Rp 72
triliun," kata Mahendra di kantornya, Jakarta.
Jika dirunut berdasarkan lokasinya, Mahendra menjelaskan, investasi itu tersebar di wilayah-wilayah seluruh Indonesia. PMDN tertinggi ada di Jakarta dengan nilai Rp8,3 triliun.
Selanjutnya, penerima PMDN terbesar lainnya adalah Jawa Barat Rp8,1 triliun, Jawa Timur Rp7,7 triliun, Jawa Tengah Rp3,3 triliun, dan Kalimantan Barat sebesar Rp1,6 triliun.
Bagi investor asing, dia menjelaskan, lokasi favorit untuk menanamkan modal adalah di Jawa Barat senilai US$1,8 miliar, diikuti oleh Kalimantan Timur US$800 juta, Riau US$600 juta, Banten US$600 juta, dan DKI Jakarta senilai US$400 juta.
Mahendra menambahkan, jika diklasifikasikan berdasarkan sektor usaha, investasi kuartal pertama PMDN didominasi sektor listrik, gas dan air. Sementara itu, investasi PMA lebih dikontribusi dari sektor pertambangan, industri makanan, alat angkutan dan transportasi, tanaman pangan dan perkebunan, serta industri kertas.
Jika dirunut berdasarkan lokasinya, Mahendra menjelaskan, investasi itu tersebar di wilayah-wilayah seluruh Indonesia. PMDN tertinggi ada di Jakarta dengan nilai Rp8,3 triliun.
Selanjutnya, penerima PMDN terbesar lainnya adalah Jawa Barat Rp8,1 triliun, Jawa Timur Rp7,7 triliun, Jawa Tengah Rp3,3 triliun, dan Kalimantan Barat sebesar Rp1,6 triliun.
Bagi investor asing, dia menjelaskan, lokasi favorit untuk menanamkan modal adalah di Jawa Barat senilai US$1,8 miliar, diikuti oleh Kalimantan Timur US$800 juta, Riau US$600 juta, Banten US$600 juta, dan DKI Jakarta senilai US$400 juta.
Mahendra menambahkan, jika diklasifikasikan berdasarkan sektor usaha, investasi kuartal pertama PMDN didominasi sektor listrik, gas dan air. Sementara itu, investasi PMA lebih dikontribusi dari sektor pertambangan, industri makanan, alat angkutan dan transportasi, tanaman pangan dan perkebunan, serta industri kertas.
English translate :
BncNews - Realization of investment in the first
quarter of 2014 reached Rp106 , 6 billion . Investments in the form of foreign
direct investment ( FDI ) and domestic investment (DCI ) is spread across a
number of regions throughout Indonesia .
So, where is the favorite location for
local and foreign investors ?
Head of the Investment Coordinating
Board , Mahendra Siregar , in Jakarta , Thursday, April 24, 2014 states , domestic
investment first quarter of this year reached Rp34 , 6 trillion . That value is
divided into two namely Rp27 , 6 trillion and 7 trillion of new investment
expansion investment .
Meanwhile , FDI recorded Rp47 , 8
trillion of new investment and expansion of Rp24 , 2 trillion . " The
total foreign investment reached Rp 72 trillion , " said Mahendra at his
office in Jakarta .
If traced based on location , Mahendra
explained , the investment areas spread throughout Indonesia . The highest
domestic investment in Jakarta with a value of Rp 8 , 3 trillion .
Furthermore , the other is the largest
domestic recipient West Java Rp 8 , 1 trillion , East Java Rp 7, 7 trillion ,
Central Java Rp 3 , 3 trillion , and West Kalimantan Rp1 , 6 trillion .
For foreign investors , he explained , a
favorite location to invest is in West Java worth U.S. $ 1.8 billion , followed
by East Kalimantan of U.S. $ 800 million , Riau U.S. $ 600 million , Bantam
U.S. $ 600 million , and Jakarta worth U.S. $ 400 million .
Mahendra added , if classified by sector
, investment sector dominated the first quarter of domestic electricity , gas
and water . Meanwhile , more foreign investment contributed by the mining
sector , food industry , transportation equipment and transportation , food
crops and plantations , and paper industries .

0 komentar:
Posting Komentar